Calypso, Musik Pinggir Pantai

Sejarah Musik Calypso

Adakah yang pernah mendengar jenis aliran musik calypso? Musik calypso tumbuh di daratan Trinidad pada abad ke-17. Aliran musik tersebut dibawa oleh para budak dari Afrika menuju Kepulauan Karibia saat mereka sedang bekerja dalam proyek penanaman pohon tebu di sana. Aliran musik calypso muncul sebagai gaya dari Afro-Carribean music yang berpusat di Trinidad dan Tobago. Tahun 1912, teridentifikasi rekaman lagu beraliran calypso pertama kali yang dibawakan oleh Lovey’s String Band. Mereka adalah sekelompok musisi bergenre calypso asal Trinidad yang kiprahnya dimulai dari tahun 1890-an hingga akhir tahun 1920. Lagu “Mango Vert” merupakan rekaman pertama mereka.

Calypso kemudian berkembang sebagai sarana media pemberitaan mengenai Trinidad dan Tobago bagi masyarakatnya. Liriknya biasa mengangkat tema politik, sosial, maupun ekonomi yang disuarakan secara gamblang melalui komposisi melodi dan ritmiknya. Bahkan, ada pula lirik musik calypso yang berisi tentang seks. Maka dari itu, tak jarang para politikus dan juga masyarakat memperdebatkan isi lirik musik calypso. Contohnya pada saat Perang Dunia II lirik pada musik calypso banyak mengusung tema atau menyinggung seputar Perang Dunia II yang hasilnya tak jarang lagu-lagu calypso dilarang beredar.

Memasuki tahun 1930-an musik calypso kian mendunia. Masyarakat kemudian mengenal nama-nama musisi yang mengusung genre calypso, seperti Attila the Hun dan Lord Kitchener. Calypso pun mulai meledak di Amerika Serikat. Grup Penyanyi Andrew Sister cukup memberikan kontribusi yang besar atas meledaknya calypso di Amerika Serikat ketika mereka membawakan kembali lagu “Rum and Coca Cola” karya Lord Kitchener dengan versi mereka. Kemudian, pada tahun 1957, muncullah nama Harry Belafonte dan juga Mighty Sparrow yang turut membuat calypso semakin mendunia.

Lambat laun musik calypso pun kian redup pijarnya, tepatnya saat memasuki tahun 70-an. Calypso digantikan oleh aliran musik lain yang juga sebenarnya masih dipengaruhi calypso dan berakar dari Afro-Carribean music, seperti soca, rapso, dan hip-hop (yang kini kian populer di seluruh dunia). Lalu muncul pula aliran ska dan juga reggae yang memiliki sejarah panjang yang tentunya masih berkaitan dengan Afro-Carribean music.

Instrumen dan Tempo

Calypso biasa menggunakan instrumen alat tiup seperti flute, trumpet, trombone, saxophone, hingga clarinet. Alat petik yang biasa digunakan seperti biola dan gitar. Komposisi alat perkusi yang digunakan adalah conga, bongos, hingga maracas. Ciri khas musik calypso adalah temponya yang up beat yang dominan menggunakan not 1/4 dan 1/16, seperti gambar di bawah ini.

Calypso_dance_pattern

Harmonisasi yang dihasilkan dari berbagai alat musik tersebut dan juga tempo up-beat tersebut membuat seolah musik calypso memiliki rasa “pantai” jika didengar. Mungkin karena pengaruh asal muasal calypso yang notabene berasal dari Kepulauan Karibia yang sarat akan suasana pantai.

Warna Calypso di Lagu Daerah Ambon

Di Indonesia, rasanya musik calypso tidak terdengar gaungnya. Tidak ada band yang khusus memiliki aliran calypso dalam musiknya. Meskipun begitu, warna calypso masih dapat ditemukan di lagu Indonesia. Bahkan warna musik calypso pun dapat merasuk di dalam lagu daerah Indonesia. Lagu yang dimaksud adalah Enggo Lari karya Yopie Latul yang kerap diasosiasikan sebagai lagu daerah masyarakat Ambon.

Enggo Lari sangat mengisyaratkan unsur-unsur musik calypso, baik dari alat musik yang digunakan, melodi, hingga ritmiknya.Namun, liriknya bukan berisikan tentang isu-isu yang sensitif melainkan mengenai permainan petak umpet. Enggo lari adalah sebutan untuk permainan petak umpet di daerah Ambon. Lirik lagu Enggo Lari menggunakan bahasa Ambon. Di Ambon, lagu tersebut sangat terkenal sebagai lagu yang menunjukkan identitas daerah Ambon, sama halnya seperti lagu Jali-jali atau pun Ujan Gerimis karya yang menunjukkan identitas Jakarta. Lagu tersebut pernah dinyanyikan oleh Igo, peserta Indonesian Idol 2010, saat memasuki babak lima besar.

Enggo Lari yang sarat akan warna calypso dalam ritmiknya dan juga melalui permainan flute dan keyboardnya, turut membawa pendengarnya ke dalam gambaran imajinasi dan suasana musik pantai. Ketika mendengarkan lagu tersebut, seolah-olah lagu itu sedang menggambarkan suasana bermain petak umpet di daerah pinggir pantai sambil ditemani angin pantai semilir, pasir pantai, beserta nyiur yang turut menari karena angin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s