Goes to Thailand

Desember selalu menjadi bulan yang istimewa bagi anak marching band. Biasanya kita menyebutnya sebagai lebaran marching band karena perhelatan kompetisi marching band tingkat nasional di Senayan.

Namun, Desember kali ini berbeda. Gue dan teman-teman marching band UI naik level, tanding di tingkat internasional di Thailand. Gila, ini pengalaman yang luar biasa bagi gue dan seratusan orang lainnya.

Bukan hal mudah buat gue melewati persiapan menuju ke Thailand. Terlebih karena gue menjabat menjadi Section Head, punya tanggung jawab terhadap 30-an orang di section gue. Terlebih tahun 2011 gue skripsi dan gue lanjut kerja di tahun 2012. Untungnya gue pintar (haha narsis) makanya skripsi gue dipuji dosen dan dapat nilai A di tengah gempuran latihan yang sudah 4 kali seminggu. Pas kerja pun untungnya atasan gue pengertian jadi dikasih izin seminggu untuk pergi ke Thailand, padahal gue baru tiga bulan kerja. Kerja sambil latihan itu sangat amat berat. 4-5 kali seminggu. Belum lagi latihan tambahan yang bisa sampai jam 1-2 dini hari. Terus besok paginya kerja. Mati gua.

Setelah hampir dua tahun melalui serangkaian latihan yang penuh drama dan keringat, akhirnya it’s show time!

Day off diawali dengan wrapping alat musik dan segala perintilannya di pagi hari. Dipandu oleh Andi, staf alat lowbrass yang paling ciamik. Seluruh alat brass dibungkus pakai buble wrap pertanda mereka sudah siap diberangkatkan menuju Thailand. Masing-masing case pun diberikan name tag dengan warna berbeda, baritone dapat warna hijau. Kami pun siap buat loading. Berakhir loading kira-kira pukul 1 di gym cukup membuat gue kalang kabut. Sampai rumah jam berapa ini, belum packing, mandi, dan lain-lain. Akhirnya hari itu menjadi hari packing terburu-buru gue dalam sejarah. Tiba saatnya penimbangan koper dan lain-lain di pusgiwa sampai akhirnya kami pun menuju Buperta kembali.

Hari pertama keberangkatan gue gak tidur karena kami harus siap-siap berangkat dini hari. Dan… saatnya bobo di bikun hingga sampai Bandara Soekarno Hatta 🙂 Bukan hal yang mudah membawa rombongan ratusan orang itu ke luar negeri. Untuknya pas hari keberangkatan semua bisa diatur secara tertib. Kira-kira pukul 13.30 gue dan teman-teman kloter dua pun meninggalkan Indonesia dengan harapan bisa mendapat prestasi membanggakan di tanah Thailand.

soekarno-hatta-airport
Ready to go to Thailand from Soekarno Hatta Airport!!!

Hari kedua di Thailand setelah tertidur lelap semalaman di bus bertingkat Thailand yang berangkat dari Bandara Suvarnabumi itu, gue dan teman-teman pun sampai di Ubonratchatani, tempat kompetisinya nanti akan digelar. Pagi-pagi kami loading barang-barang ke hotel. Kami menginap di Pathumrat Hotel namanya. Yang paling terkenang pada hari pertama di Ubon ini adalah gala dinner di alun-alun Ubon. Bersama Taufiq, Sabrina, Sekar, Maing, Sari, Ijal, dan Rani kami melakukan telepati supaya bisa dikasih es leci enak. “Bibi berikan leci di meja kami”!!! Gitu telepatinya. Dan berhasil. Kita dikasih es leci lagi hahaha.

gala-dinner-2
Suasana sebelum gala dinner, foto-foto dulu

Hari ketiga di Thailand it’s show time for drum battle and preliminary marching show band competition! Bermodal usaha dan doa yang selama ini sudah kami lakukan, kami pun percaya bahwa kami bisa tampil maksimal. Karena gue adalah section brass alias alat tiup maka hari ini kita bebas, sembari nunggu kabar baik dari anak-anak perkusi perihal hasil drumbattle. Pagi-pagi kami jalan-jalan. Gak jauh-jauh sih masih sekitaran hotel. Menjelang sore baru ada pengumuman kalau drum battle kami juara dua. ALHAMDULILLAH.

hotel-pathumrat
Foto-foto di depan hotel, jalan-jalan pagi

Hari keempat di Thailand saatnya tampil keren di street parade dengan membawakan lagu-lagu yang fun!!! Sebelum parade, meski harus ikut apel panas-panasan dan terpaksa harus dengerin mc ngomong pakai bahasa Thailand full, itu tak meruntuhkan semangat kami. Awalnya yang gue tahu bahwa pasukan lain yang gak ikut parade akan tinggal di hotel dan ga ikut menjadi supporter, eh ternyata setelah berparade beberapa saat di awal ternyata pasukan non parade berdatangan menyemangati kami!!! Supporter parade paling heboh dan bikin semangat cuma kalian MBUI!!!!

Hari kelima di Thailand saatnya penentuan segalanya di Grand Final. Gue sendiri percaya kalau segala daya dan usaha juga doa yang sudah gue dan teman-teman lakukan gak ada yang sia-sia. Seperti sebelumnya, kami pun tetap meneguhkan telepati bahwa “MBUI tampil yang terbaik dengan sepenuh hati di Grand Final”. It’s show time fir marching show band: Kami tampil dengan menikmati permainan. Akhirnya, pada malam closing ceremony diumumkanlah bahwa MBUI berhasil meraih runner up untuk kategori marching show, street parade, dan drum battle. Ditya dan Wahyu di cabang individual contest pun berhasil meraih medali perak. Sungguh hasil yang membanggakan. Malam ini berakhir begitu indah dengan euphoria kemenangan MBUI berhiaskan letupan indah warna warni kembang api di langit hitam Ubon.

mbui
Congratulation my team

Hari keenam di Thailand it’s time to one day tour! Mulai dari wisata belanja, ke tiger kingdom, hingga foto-foto kami lakoni. Tapi sebenarnya gue masih kurang puas wisatanya. Hehehe. Pengennya sih lebih lama. Baru deh setelah itu bus kami langsung tancap gas dari Ubon Ratchathani menuju Bangkok, Bandara Suvarnabumi. Kami semua harus menempuh perjalanan kira-kira 8 jam dari Ubon untuk menuju Bangkok. Kami pun harus melewati malam terakhir meninggalkan Ubon dengan tidur di bus tingkat dua yahud a la Thailand… Tidur lelaaaaaaappp….. 🙂

day-trip
One day trip yang kurang ngetrip sebetulnya. Gak puas aaah kalau gini doang. Gak mau pulaaaang
belanja
Belanja-belanja. Apa aja dibeli. Kincir angin kayak gitu juga dibeli bahaha.

Hari ketujuh di Thailand kami sampai di Bandara Suvarnabumi di pagi hari. Sebelum check in, eits tak lupa foto-foto dulu. Kira-kira pukul 17.20 kami siap meninggalkan tanah Thailand menuju Tanah air untuk membawakan kabar gembira bahwa kami telah berhasil mengharumkan nama bangsa, UI khususnya..

Ini adalah akhir yang sangat bahagia….. Terima kasih untuk seluruh pihak Madah Bahana Universitas Indonesia yang terlibat dalam proyek misi budaya ini dan juga untuk pihak-pihak lain yang turut mendoakan dan memberikan dukungan.

bus-tingkat
Bakal kangen sama bus tingkat ini. Bakal kangen sama kehebohan anak-anak kampung ini yang pada menghitam kejemur matahari selama dua tahun latihan, ahaha
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s