Mulut yang Tak Banyak Cakap

Malam itu, kupikir tak begitu dingin, segala mencair dengan canda kecil. Ringan dan riang. Ditemani dengan Lesmana, aku mendengarkan menyusuri jalanan Depok-Jakarta. Di dalam mobilnya, kurasakan dingin. Tak cuma soal udara, tapi juga suasana. Kami tak banyak cakap. Sebelum menyalakan mesin mobil, tangan kirinya menggapai tombol “ON”, menyalakan radio. Entah stasiun radio apa yang dipilihnya itu.

Lesmana mulai menyalakan mobil, memanaskan mesin sejenak, lalu melaju. Diiringi dengan musik lewat radio, kami menyusuri jalan, melaju dengan kecepatan sekenanya. Tak ingin ngebut, tak ingin cepat sampai, tak ingin usai. Mataku  terfokus pada Lesmana. Ia begitu dingin. Bahkan, bara api yang menyala di bola mata tak sanggup melelehkannya. Dalam sekejap, memalingkan wajah ke arahku. Mata kami bertemu. Sontak aku terkesiap. Seketika hawa dingin menyusup masuk di antara, membuat kita diam tanpa kata. Lalu suara penyiar radio itu melantunkan sebuah cerita….

 

Ini cerita tentang seseorang yang tak pernah mengatakan “aku cinta kamu” pada pasangan hidupnya. Ada seorang kakek-kakek yang berbagi cerita hidupnya kepadaku. Ketika mendengarnya, aku pun sangat terharu. Jadi begini ceritanya…

Ketika itu ia masih muda dan menemukan perempuan yang ia percayai dapat menjadi pasangan hidupnya. Ketika ia menyatakan perasaannya kepada perempuan itu dan memintanya untuk menikah dengannya, ia bukan mengatakan “aku cinta kamu”, tapi hanya tiga kata sederhana, yaitu “percayalah padaku”. Mereka pun akhirnya menikah. Tahun pertama mereka lewati dengan bahagia. Hingga akhirnya si perempuan mengandung anak perempuan. Ketika mengetahui istrinya mengandung, ia hanya mengatakan “maaf ya aku telah merepotkanmu”. Lalu, ketika bayi perempuan itu lahir, ia hanya mengatakan “maaf ya kalau ini membuatmu sakit, tapi aku akan berusaha meringankan bebanmu”. Anak perempuan mereka lahir dengan selamat. Anak mereka pun tumbuh menjadi perempuan dewasa. Ketika anak perempuan mereka pun menikah dan tak tinggal lagi dengan mereka, kakek itu pun berkata pada istrinya “jangan sedih ya, masih ada aku di sini”. Dan sampai suatu ketika kakek itu mendapati bahwa istrinya sakitkeras dan terbaring di rumah sakit. Kakek itu pun berkata pada istrinya”aku akan selalu ada di sisimu dalam kondisi apa pun”.Akhirnya istri kakek itu pun meninggal. Ia pun kemudian berkata “tunggu aku ya di sana, aku akan menyusul suatu saat nanti”.Kakek itu pun melepas kepergian istrinya dengan senyum…

 

Ya begitulah ceritanya U lovers. Haru dan indah ya. Ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa ketika kita memberikan cinta kita pada pasangan hidup kita, kata “aku cinta kamu” pun tak dapat mewakili segala cinta yang ada untuknya. Akan tetapi, tindakan kita sebenarnya telah menunjukkan cinta yang mendalam padanya. Dan ingat selalu U lovers, ketika kita memutuskan untuk menikah, itu berarti kita telah mengikat janji dan berkomitmen kepada pasangan kita selamanya, bahkan sampai meninggal pun.

So, untuk melengkapi malam yang indah ini, aku akan putar lagu………bla bla bla…

 

Hening pun pecah…

Bertemu pandang mata…

Dan akhirnya kita bersuara…

“Wah bagus yah ceritanyaaaa”

“Iya, makanya dari tadi aku diem aja soalnya dengerin itu”

“Iya aku juga”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s