Perbedaan Kata Benar, Betul, dan He’eh

Alkisah tersebutlah ada seorang mahasiswa pertukaran pelajar dari Korea. Ia baru enam bulan berada di Indonesia.

Hari pertama:

Suatu hari ia hendak pergi ke Jalan MM Mangga Muda. Ia pun sampai ke tempat tujuannya. Di sisi kanan dan kiri jalan itu banyak sekali gedung perkantoran. Untuk meyakinkan dirinya, ia pun bertanya kepada seorang bapak-bapak yang terlihat baru saja keluar dari gerbang besar sebuah office building di sana. Bapak-bapak itu memakai setelan kemeja yang di luarnya dibalut jas hitam. Mahasiswa Korea itu pun menghampirinya.

“Permisi Bapak, apakah benar ini Jalan Mangga Muda?”

“Oh ya, benar.”

“Terima kasih.”

Hari kedua:

Mahasiswa korea itu hendak pergi ke ke Jalan Jeruk Bali. Setelah sampai pada tempat tujuannya, ia pun bertanya kepada seorang anak muda berkaos biru yang sedang duduk di halte bus.

“Permisi, apakah benar ini Jalan Jeruk Bali?”

“Ya betul.”

“Oke, terima kasih.”

Hari ketiga:

Mahasiswa Korea itu pun kembali bepergian ke suatu tempat. Kali ini ia hendak pergi ke Jalan Jambu Biji. Setelah sampai pada tempat tujuan, ia pun kembali memastikan dirinya bahwa ia telah sampai di jalan yang ia maksudkan. Secara spontan, langsung saja ia bertanya kepada pedagang kaki lima yang berada tak jauh dari dirinya.

“Permisi, Pak. Saya mau tanya apakah benar ini jalan Jambu Biji?” tanya si mahasiswa

“He’eh mas.” Pedagang itu menjawab sambil menganggukkan kepala pertanda bahwa benar memang ini Jalan Jambu Biji.

“Terima kasih”

Keesoka harinya:

Mahasiswa Korea itu datang menghampiri dosennya untuk bertanya sesuatu.

“Bapak, saya mau tanya, apa bedanya kata ‘benar’, ‘betul’, dan ‘he’eh’, Pak?”

“Sebenarnya maksudnya sama, yang membedakan adalah rasanya. Ya, bedanya tergantung ragam dan siapa yang mengucapkan.”

“Jadi begini, Pak. Waktu itu, saya bertanya mengenai alamat ke beberapa orang. Seorang Bapak berpakaian rapi menjawab pertanyaan saya dengan menggunakan kata ‘benar’. Lalu, seorang pemuda menggunakan ‘betul’, sedangkan seorang pedagang rokok di jalan menggunakan kata ‘he’eh’. Saya jadi bingung, Pak.”

“Oh, kalau begitu itu tergantung latar belakang orang yang mengucapkannya. Orang yang menggunakan kata ‘benar’ itu mungkin berasal dari latar belakang pendidikan yang tinggi. Jadi, ia pandai memilih kata yang paling baik. Sementara itu, coba kamu perhatikan, seorang pedagang kaki lima yang mungkin berlatar belakang pendidikan rendah itu menggunakan kata ‘he’eh’ yang nilai rasanya paling rendah di antara kata ‘benar’ dan ‘betul’”

“Oh, jadi itu bedanya ya, Pak.”

“He’eh.” Jawab si dosen.

”?????”

wkwkwkwkwkwkwk >.<

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s