Solo Tracking Alias Jalan Sendirian dari Lembang Menuju Dago, Bandung

Matahari masih sipit. Terlihat pendar-pendar cahaya oranye muda yang membentuk garis tipis di cakrawala. Aku sudah terjaga, menunaikan salat subuh lalu pergi ke beranda. Dari beranda lantai dua guest house ini, udara pagi yang kuhirup begitu segar. Sarapan belum datang. Baiknya aku membaca novel yang sengaja kubawa sebagai teman untuk menemani kesendirian.

Bandung hari kedua, 3 Oktober 2013. Aku masih bingung mau ke mana hari ini. Sementara keberangkatan bus travelku menuju Jakarta masih pada pukul 19.30 malam. Akhirnya, kuputuskan untuk mencari destinasi wisata yang bisa kukunjungi untuk menghabiskan waktuku hingga malam hari.

Aku kepikiran untuk pergi ke destinasi yang alamnya menunjang. Malas juga kalau jalan-jalan cuma ke  FO dan mall saja, terlebih ketika…. urusan kantong memprihatinkan -.-. Aku ingin menikmati alam terbuka. Sempat terpikir olehku untuk pergi ke Kawah Putih, tapi ah aku ragu. Akhirnya kupilih ke arah utara, Lembang.

Di Lembang udara lebih sejuk dari kota Bandung tentunya. Ada banyak destinasi tempat yang ingin aku kunjungi. Tangkuban Perahu sudah tidak mungkin. Sementara itu, De Ranch bisa jadi pilihan. Ah tapi pilihanku jatuh pada air terjun Maribaya. Berdasarkan informasi yang aku dapat dari internet, aku bisa menyusuri Lembang hingga turun kembali ke Dago Pakar dengan rute dari Air Terjun Maribaya-Taman Hutan Raya Ir. Juanda-Dago Pakar. Di sana ada banyak destinasi yang bisa dikunjungi, seperti Goa Belanda, Goa Jepang, Curung Koleang, dan Patahan Lembang. Wah rasanya seru juga kayaknya menyusuri Hutan Raya Juanda sendirian. SENDIRIAN.

Tak terasa akhirnya sarapanku datang, sepiring nasi goreng dan teh hangat. Kurang suka sih karena aku ga biasa makan nasi untuk sarapan. Tapi ya sudahlah yang penting sarapan. Aku langsung menyantap nasi goreng dan teh manis itu. Sarapanku tak akan lengkap tanpa susu tentunya. Untung aku sedia susu kotak 😀

Penginapan seharga 80rb ini cukup nyaman. Kasur ukuran double dan televisi di dalam kamar untuk menginap semalam saja, plus sarapan. Ya cukuplah.

Setelah sarapan aku bergegas mandi dan siap-siap berkelana menuju Lembang!

Kira-kira pukul 09.30 aku berangkat dari guest house menuju ke stasiun. Di depan guest house kebetulan ada becak. Iseng, akhirnya aku naik becak. Padahal Stasiun Bandung dan Unique Guest House bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 10-15 menit yang bagiku tak jauh karena aku biasa jalan kaki. Tapi tak apalah demi memenuhi keinginan sesaat naik becak.

Dari Stasiun Bandung menuju Lembang aku harus naik angkot warna coklat. Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pasar Lembang. Di sana aku turun, lalu mencari masjid untuk salat zuhur. Kebetulan sempat mampir ke Rumah Susu Lembang. Di sana aku beli yogurt, dodol susu, dan keripik susu. Setelah itu, aku harus menunggu angkot untuk sampai ke depan pintu masuk air terjun Maribaya. Selama menunggu angkot yang cukup lama, ya ngobrol-ngobrol dulu sama tukang ojek, cerita-cerita. Ini menariknya melakukan perjalanan dan bertemu dengan orang baru lalu ngobrol tentang banyak hal, bahkan hingga hal-hal yang tak terduga sebelumnya.

Angkotku datang! Ternyata perjalanan hanya memakan waktu 10-15 menit untuk sampai ke depan pintu masuk air terjun Maribaya. Aku masuk dan bayar tiket seharga 9rb kalau tidak salah, ah lupa, tiketnya hilang. Perjalananku menyusuri Lembang hingga kembali ke Dago pun dimulai. Taraaa! Ini dia tempat-tempat yang aku kunjungi.

Jalan setapak saat memasuki kawasan Taman Hutan Raya Ir Juanda untuk melihat Air Terjun Maribaya. Eh Air Terjun Maribaya malah ga kefoto. Dudul -.-‘

jalan setapak

Curug Koleang

curug koleang

curug koleang

Patahan Lembang

patahan lembang patahan lembang

Jembatan yang agak ngeri soalnya goyang-goyang gitu

jembatan

Goa Belanda

Goa Belanda

Goa Jepang ga kefoto, hp axioo kesayangan mati -.-‘

Kira-kira perjalanan dari Lembang menuju Dago memakan waktu kira-kira 3 jam. Wah hebat ya jalan kaki sendirian menyusuri hutan-hutan selama 3 jam loh! Sempat mampir sebentar sih di warung setelah Goa Belanda untuk makan jagung bakar dan minum kopi. Lalu ditanyain sama ibu dan bapak di warung “sendirian aja neng?” Ihihihi. Lumayanlah, sampai Dago Pakar sudah sore hari.

Kemudian, aku naik angkot menuju ke Bandung Kota. Mampir salat ashar dulu, lalu kulineran deh makan mie kocok, beli jajanan, jalan-jalan di kota. Habis magrib sampailah aku di Pool Baraya Travel untuk kembali lagi menuju Jakarta. Selamat tinggal Bandung!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s