Semangat Revolusi dari Aktris Ibukota

Judul Buku: Larasati
Pengarang: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Tahun Terbit: 2000
ISBN: 9799731295

 

Apa jadinya bila semangat revolusi disuarakan berapi-api oleh seorang aktris? Akankah sekadar menjadi hiburan mata dan telinga di tengah-tengah gejolak revolusi Indonesia?

Dialah Larasati, seorang bintang film yang memiliki semangat revolusi dan rasa nasionalisme tinggi. Larasati meninggalkan Yogyakarta menuju Jakarta demi meraih impiannya untuk bermain film. Sayangnya apabila Larasati ingin bermain film, dia harus berada di bawah kendali NICA (Netherlands-Indie Civil Administration). Pada saat itu, Jakarta telah dikuasai NICA. Larasati pun melihat kenyataan betapa pahitnya penindasan yang dilakukan NICA terhadap kaum republik. Bahkan, ternyata di sana banyak pula ia temui tentara inlander, orang-orang Indonesia yang rela mengkhianati bangsanya sendiri demi mendapatkan hidup enak dan berkecukupan. Dalam keadaan yang semakin terasa tidak mudah, Larasati terus berusaha agar dirinya dapat berguna bagi revolusi, walaupun harus menghadapi segala halangan.

Sebagai seorang aktris, Ara—panggilan akrab Larasati—ingin menunjukkan semangat revolusinya melalui seni. Untuk itulah ia pergi ke Jakarta. Ia memang bukan seorang aktris biasa. Kecintaannya terhadap tanah air sungguh besar. Kebenciannya terhadap inlander pun amat dalam. Melalui kecintaan dan kebenciannya tersebut, Ara menjadi perempuan yang berani mengemukakan pendapatnya, menentang apa yang salah, dan pandai berdiplomasi untuk membela tanah air.

Secara garis besar, roman Larasati merekam gejolak revolusi Indonesia pascaproklamasi. Melalui tokoh utamanya, Larasati, Pram menyampaikan kritiknya terhadap Belanda, para pemimpin yang korupsi dan omong kosong, serta kemunafikan kaum revolusioner. Roman ini memberikan satu pesan bahwa revolusi dapat diwujudkan oleh siapa saja yang cinta kepada tanah airnya. Tak pandang orang itu laki-laki atau perempuan, apa pun profesinya, revolusi dapat diwujudkan. Tokoh Larasati berhasil membuktikan hal itu. Roman Larasati pun berhasil menusuk para pemimpin tanah air serta para inlander yang rela mengorbankan tanah airnya demi kepentingan pribadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s