Dalam Sangkar

Kata-kata terlunta-lunta
Lalu tumbang tergeletak tanpa daya
Mata membeliak bersirat cahaya harap
ingin menjadi bagian dari kosmos dalam sangkar
Sayang aku hanyalah senyawa tertahan dalam pojok sangkar
Bernyanyi dengan notasi bisu
Menari dalam gerakan beku
Aku adalah pembawa duka bagi setiap senyum yang tak tercipta
Aku adalah sebuah nestapa bagi mata yang tak lagi bersitatap ria
Aku
asing di sangkarku sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s