Seonggok A di Balik Tengkorak Kepala

Ada yang hendak mendesak keluar dari balik tengkorak kepala
Seonggok A beraksi mengoyak isi kepalaku dan ingin menghamburkannya keluar hingga berceceran di lantai

Entah A adalah siapa atau apa atau bukan apa-apa

Raungannya semakin keras
Seperti ada godam yang mendarat menghantam ia tumbukkan otak kanan dan kiriku
Seperti ada benda tajam yang digoreskannya mengitari dinding tengkorak kepala
hingga muncul derit goresan yang memekakkan telinga
Tanpa aba-aba ia terpental keluar dari balik tengkorak kepala
dan… blar!
hancurlah tengkorak kepala menjadi puing-puing yang buyar di lantai
bersamanya isi kepalaku burai

Seonggok A berdiri tegak dengan menyandang samurai di depan mata
dan berkata “Saatnya kau mati sementara”

Ia mengganti mataku dengan bola pingpong, kepalaku dengan panci gosong, tanganku dengan bantal guling, badanku dengan sekarung beras, dan kakiku dengan dua bilah bambu

Dilemparnya aku ke negeri antah berantah
Negeri yang mungkin tak menafikan ketentraman
“Pergilah dan matilah sementara dalam ketentraman yang nisbi”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s