Sepasang Tangan yang Saling Menggambar

Sepasang tangan bergelut di atas sebidang kertas
Mereka saling menggambar
Tangan kanan menggambar tangan kiri
Tangan kiri menggambar tangan kanan

Semula kertas putih
Hingga kerut kisut rajah tangan tercipta
Beserta tangan kemeja dan kancingnya

Sepasang tangan saling menggambar
beradu kekuatan
bersenjata pensil dalam genggaman
membuktikan siapa yang berhak menjadi tuan

Sambil menggambar, mereka terus berdebat
Sebuah perdebatan tak berkesudahan
Soal eksistensi dan penciptaan

Tangan kanan mengatakan “aku yang menciptakanmu”
Tangan kiri mengatakan “akulah duluan yang ada!”

Tangan-tangan terus bersitegang
Tentang mana yang menciptakan dan mana yang diciptakan
Tentang siapa yang preseden dan siapa yang pencipta
Tentang siapa yang duluan ada

Secara tiba-tiba mereka tersentak
lalu diam dalam kebekuan
Semacam kesadaran merasuki mereka
Setelah berdebat sekian lama

“Kita akan mati serentak
mati kelelahan
mati sia-sia”

Karena mereka adalah tangan kanan yang menggambar tangan kiri yang menggambar tangan kanan yang menggambar tangan kiri…dan seterusnya

Mereka cuma tangan yang saling menggambar

*catatan: puisi ini bertolak dari karya grafis M.C. Esher berjudul “Drawing Hands” 1948

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s