Melagukan Hening (Nukilan)

Laki-laki itu hanya bisa kucium aroma tubuhnya dan kurasakan genggaman tangannya. Selebihnya, ia tak pernah bersuara barang satu huruf pun. Dia adalah kesunyian di tengah bisingnya kendaraan. Setiap pagi ia selalu datang tepat waktu untuk mengawalku menyebrang jalan. Sayang, kami hanya bisa bersama tak lebih dari 30 detik.

***

Perempuan itu laksana embun pada pagiku. Ia adalah kesejukan di tengah polusi kendaraan. Bersitatap dengannya adalah kemustahilan. Membalas ucapan terima kasih setelah aku mengawalnya menyebrang jalan adalah kemuskilan . Mungkin cengkerama kami hanya bisa melalui genggaman tangan. Sayang, kami hanya bisa bersama tak lebih dari jarak 3 meter ke depan.

***

Bagaimana cinta bisa terpelihara jika tatap tak bertautan dan suara tak bersahutan? Bahasa seperti apakah yang dapat mengungkapkannya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s