Penghapusan Subsidi BBM Bukan Pilihan Tepat Saat Ini

Wacana penghapusan subsidi BBM melahirkan pro dan kontra. Di satu sisi, penghapusan BBM bersubsidi dapat menjadi jalan untuk menyelamatkan defisit anggaran negara yang mencapai angka 271 triliun rupiah. Terlebih lagi, tahun ini pemerintah mengantisipasi pemakaian subsidi BBM yang melebihi dari kuota yang dianggarkan pemerintah. Namun, di sisi lain keputusan penghapusan tersebut tentu akan menyebabkan inflasi yang sulit dikendalikan.

Yang paling terkena dampak inflasi tersebut tentu masyarakat ekonomi rendah. Daya beli masyarakat akan menjadi lebih rendah. Hal ini tentu akan memicu peningkatan angka kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan sumber dari media Pikiran Rakyat, daya Beli setiap orang/bulan (BPS 2013) yang berada di atas Rp 1 juta = 38,4 juta (16%), antara Rp 500 ribu-Rp.1 juta = 69,6 juta (29%), dan di bawah Rp 500 ribu = 132 juta (55%).

Tak hanya Indonesia, Malaysia pun terjerat dalam dilema subsidi BBM yang sama. Akan tetapi, negara tersebut telah berani mengambil keputusan untuk menghapus subsidi BBM tertanggal 1 Desember 2014 setelah sebelumnya sudah melakukan penaikan harga BBM bersubsidi.

Kondisi Indonesia memang tak bisa disamakan dengan Malaysia. Dilansir dari katadata.com, inflasi Malaysia memang lebih terkendali dibanding Indonesia. Kisaran inflasinya hanya menembus angka 4%, sementara Indonesia berpotensi mencapai angka 7%. Bahkan pada bulan November, berdasarkan data inflasi Bank Indonesia, tercatat bahwa Indonesia sudah mencapai inflasi 6.23% pasca kenaikan BBM bersubsidi.

Selain itu, konsumsi BBM bersubsidi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia sehingga akan lebih sulit dikendalikan jika Indonesia langsung menghapus BBM bersubsidi karena dampaknya akan sangat dirasakan terutama oleh masyarakat yang kemampuan daya belinya rendah.

Penghapusan BBM bersubsidi memang merupakan keputusan yang berani, Namun, bukan pilihan yang tepat untuk kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Dibandingkan dengan Malaysia, Indonesia menghadapi fase lebih rumit dalam tata kelola energi. Keputusan menaikkan harga BBM secara berkala memang pilihan yang tepat untuk saat ini.

Sumber data:
http://katadata.co.id/berita/2014/11/27/pengelolaan-subsidi-bbm-di-indonesia-jauh-tertinggal-dibanding-malaysia
http://www.bi.go.id/en/moneter/inflasi/data/Default.aspx
http://www.pikiran-rakyat.com/node/294669

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s