Mewujudkan Sekolah Islam Yang Berwawasan Kebangsaan dan Berpersepsi Global

 

 

Perkembangan sekolah berbasis religi, khususnya Islam, menjadi fenomena yang menarik. Berita yang dilansir oleh Kantor Berita Antara pada Juli 2015 menyebutkan bahwa sekolah berbasis Islam dalam 10 tahun belakangan menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah yang terbaik untuk anaknya. Hal ini membuktikan bahwa para orang tua semakin paham akan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini.

Dibandingkan dengan sekolah umum, sekolah Islam memiliki nilai unggul tersendiri, yakni menanamkan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajarannya. Para pendidik di sekolah Islam tentu berharap agar siswa-siswanya dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, dalam prosesnya hal tersebut tidaklah mudah.

 

Membangun Kepribadian Siswa

Pendidikan berkarakter menjadi pondasi utama untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia sesuai dengan kepribadian bangsa. Sekolah berbasis Islam memang sudah seharusnya menitikberatkan proses pembelajaran pada penanaman dan pengamalan pendidikan berkarakter berdasarkan nilai-nilai islam sehingga nantinya menghasilkan lulusan hal yang ber-akhlakul kharimah.

Ada banyak pembiasaan-pembiasaan yang harus dilakukan para siswa di sekolah, terlebih lagi untuk para siswa yang masih duduk di bangku TK maupun SD terutama di kelas rendah.

Penanaman akhlakul kharimah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam memang paling baik ditanamkan di sekolah pada saat anak duduk di kelas rendah. Namun, bukan berarti proses pembiasaan tersebut dilupakan saat para siswa berada pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Justru semakin seorang anak bertambah dewasa umurnya, semakin banyak seorang anak harus diingatkan karena informasi dan pengalaman yang mereka dapatkan pun semakin banyak. Oleh karena itulah proses pembiasaan-pembiasaan tersebut harus dilakukan terus menerus.

Terkadang para guru khawatir kalau siswanya tidak bisa pelajaran matematika atau belum bisa menulis dengan baik. Terkadang guru khawatir kalau siswanya tidak bisa mendapat nilai ulangan yang bagus. Namun, terkadang para guru lupa bahwa yang paling mengkhawatirkan justru jika para siswa tidak bisa mengerjakan soal tes dengan jujur, tidak terbiasa menjaga kebersihan, atau tidak terbiasa mengantre.

 

Memupuk Cinta pada Bangsa

Untuk menjadi sekolah Islam yang ideal di Indonesia, penanaman dan pengamalan nilai Islam memang sudah menjadi pondasinya. Namun, untuk menjadi sekolah Islam yang ideal di Indonesia, sekolah harus dapat memperkaya para siswanya dengan wawasan kebangsaan.

Era globalisasi terus berkembang meruntuhkan batas-batas waktu dan kewilayahan. Hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang ditakutkan. Justru hal tersebut dipandang sebagai sebuah pintu besar yang bisa menjadi akses para siswa di Indonesia untuk dapat mengenal dan dikenal dunia. Namun, untuk dapat dikenal dengan baik, para siswa harus memiliki identitas yang kuat. Untuk itulah pentingnya wawasan kebangsaan dan rasa cinta terhadap bangsa dimiliki oleh para siswa

Sebetulnya ada banyak hal yang bisa ditanamkan kepada para siswa untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta terhadap bangsa sendiri. Yang paling mendasar adalah menguasai bahasa dan budaya Indonesia dengan sebaik-baiknya.

Bahasa Indonesia menjadi momok tersendiri bagi siswa-siswa di sekolah, apalagi ketika menjelang UN. Malah tak hanya siswa-siswanya, banyak guru dan masyarakat luas lainnya yang justru memandang sebelah mata perihal pentingnya menguasai bahasa Indonesia. Banyak siswa yang mengeluhkan kalau pelajaran bahasa Indonesia itu sulit, banyak sekali teksnya, lelah membaca. Bahkan, banyak orang dewasa menganggap bahasa Indonesia itu sulit. Bahkan ada yang mencibir “bahasa Indonesia belajar apa sih”.

Sebetulnya kesadaran dan kecintaan berbahasa bisa diwujudkan sejak dini. Mendongeng adalah salah satu cara untuk memperkenalkan dan menanamkan kesadaran literasi anak, terutama dalam hal menyimak. Guru dapat memperkenalkan banyak cerita rakyat. Selain belajar menyimak, berbahasa Indonesia dengan baik, anak-anak juga dapat belajar mengenai banyak nilai-nilai kehidupan dan kebudayaan  dari setiap cerita rakyat yang didengarnya.

Pada tahap selanjutnya, sekolah dapat berupaya dengan maksimal dalam meningkatkan kesadaran literasi siswa-siswanya dengan cara meningkatkan minat baca para siswa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjadwalkan kegiatan membaca buku di sekolah secara intensif. Siswa harus lebih sering dijadwalkan pergi ke perpustakaan untuk membaca buku yang mereka sukai. Biarkan mereka sendiri yang mengeksplorasi rasa keingintahuannya melalui berbagai buku yang mereka baca. Untuk itulah, perpustakaan pun harus berupaya menambahkan koleksi buku-bukunya.

 

Menciptakan Persepsi Global pada Siswa

Sudah saatnya para calon khalifah muda mendunia dengan menunjukkan kemampuan dan daya saingnya. Untuk itulah para siswa di sekolah Islam perlu dibimbing agar mempunyai persepsi global sehingga memiliki modal dan kesiapan untuk dapat bersaing secara global.

Sekolah Islam tidak akan mendunia kalau tidak memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Di era globalisasi, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan mutu pendidikan. Siswa menjadi memiliki banyak akses untuk memperoleh dan berbagi informasi.

Agar siswa melek teknologi, diperlukan guru yang mampu membimbing siswanya untuk memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu, diperlukan juga fasilitas yang memadai untuk mewujudkan pembelajaran berbasis teknologi.

Dalam manajemen pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi juga dapat diterapkan untuk berbagai urusan administrasi di sekolah. Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi hadir untuk membuat hidup menjadi efektif dan efisien, begitu pula dalam hal pendidikan.

Selain pemanfaatan teknologi informasi, penguasaan bahasa asing yang baik sudah tentu dapat memudahkan para siswa untuk menunjukkan eksistensinya secara global. Kemampuan siswa menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa dunia tentu akan memudahkan siswa untuk berkomunikasi dan menyerap informasi secara global.

Melatih kemampuan bahasa asing siswa dapat dilakukan dengan pembiasaan-pembiasaan di sekolah, seperti menerapkan “English Day” pada hari tertentu serta memperkenalkan siswa dengan literatur, musik, serta film berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran.

Sebetulnya, ada banyak cara untuk mewujudkan sekolah Islam berwawasan kebangsaan yang mendunia melalui proses pembelajaran efektif dan efisien. Namun, semua itu tidak akan terwujud jika para siswa tidak merasakan kenyamanan saat belajar. Untuk itulah, suasana belajar di sekolah harus diciptakan senyaman mungkin bagi para siswa. Esensi dari belajar bukanlah sebuah paksaan, tetapi kesadaran dan kemauan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s