Mudik Part 1: Menyusuri Hutan Karet Sumatra Utara

Setelah 23 tahun, akhirnya kakiku bisa menginjak kembali kampung halaman ibu, meski kepergian kali ini tidak didampingi oleh ibu. Terakhir kali mudik itu umurku baru 2 atau 3 tahun, aku tidak ingat. Dulu pun sepertinya aku pun hanya berkunjung ke daerah Medan dan sekitarnya, tidak ke Siantar.

Mudik kali ini aku ditemani tante, om, dan sepupuku. Jadwal keberangkatan pesawatku dari Bandara Soekarno Hatta adalah pukul 05.50 WIB. Perjalanan kira-kira memakan waktu dua jam. Aku tiba di Bandara Kualanamu, Medan kira-kira pukul 08.00.

bandara-kualanamu

Ini dia Bandara Kualanamu, Medan. Bagus yah^^

kualanamu

Selfie dulu bolehlah yaa buat kenang-kenangan, hihi.

Dari bandara aku dijemput oleh keluargaku. Mobil kami melaju ke arah kota Pematang Siantar yang ditempuh dengan waktu 2-3 jam, tergantung kondisi jalan dan gaya nyetir. Ya gaya nyetir. Kebetulan pamanku waktu itu yang nyetir. Gayanya macam nyetir mobil balap, sukses mengundang istigfar berkali-kali. Tapi memang jadi cepat sampai sih.

Kupikir tujuan kami adalah ke kota Pematang Siantar. Ternyata aku salah. Belum sampai kota, mobil kami malah mengarah masuk ke hutan karet. Perkebunan karet seluas beribu-ribu hektar itu adalah milik PT Brigdestone Indonesia.

Aku tak pernah menyangka kalau ternyata rumah keluargaku di sini betul-betul di tengah hutan karet. Aku begitu terkesima karena tak punya pengalaman sebelumnya menyusuri hutan karet seperti ini, sekaligus tak menyangka bahwa di dalam hutan karet ini ada rumah penduduk. Rumah-rumah penduduk ini sebagian besar ditempati oleh mereka yang bekerja untuk perkebunan karet, Uwak (baca: kakaknya ibu) adalah salah satunya.

Sampailah aku di rumah Uwak. Raut wajah Uwak terlihat senang sekali melihat kedatangan kami. Aku segera menaruh barang-barang bawaanku dan istirahat sejenak.

Cuaca siang hari di sini sangat panas. Kedatanganku kali ini bertepatan dengan bulan puasa. Untuknya aku tidak puasa karena mens, jadi aku bisa minum. Hahahaha.

Menjelang sore matahari mulai teduh. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk berjalan-jalan menyusuri rerimbun pohon karet sembari menunggu waktu berbuka. Sungguh cantik pemandangannya.

IMG_20160628_114554[1]

Aku mencoba mendekati pohon itu dan melihat seperti apa getahnya. Ternyata getah karet itu baunya sedikit amis.

IMG_20160627_125910_HDR[1]

Aku juga sempat menyusuri area yang agak jauh dengan menggunakan sepeda motor. Ada sebuah lahan kosong yang luas untuk area pembibitan pohon karet. Di sekitarnya tedapat banyak pohon karet yang masih muda. Area ini disebut dengan area pembibitan. Kadang banyak mahasiswa atau orang-orang proyek yang datang ke area ini untuk melakukan observasi.

IMG_20160626_175047_HDR[1]

Beginilah hari pertamaku di perkebunan karet daerah Batu Silangit, Tapian Dolok, Sumatra Utara. Selama dua minggu aku harus membiasakan diri dengan kondisi lingkungan yang kanan kiri hutan, ke mana-mana jauh, cuaca panas, dan sinyal susah (kecuali telkomsel yang agak lumayan, hihi). Namun, tentu semua itu akan jadi pengalaman yang luar biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s