Persiapan Penting Sebelum Liburan ke Jepang

img-20170111-wa0044Akhir tahun 2016 aku lalui dengan pengalaman yang luar biasa karena aku melakukan perjalanan ke negeri Jepang selama 12 hari. Lebih spesial lagi karena saat itu adalah musim dingin, artinya aku akan melihat salju kali pertama di hidup aku, hahaha, maklum anak tropis. Aku merencanakan perjalanan aku sendirian, berangkat sendiri, pulang sendiri. Ya bisa dibilang semi-solo-traveling karena di sana toh aku 12 hari gak totally sendirian karena ada beberapa teman baru dan teman lama yang aku temui di sana.

Sebelum berangkat ke Jepang, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Bukan hal yang bisa dibilang mudah dalam menyiapkan semua itu, tapi ya butuh usaha, asal kita enjoy dan secermat mungkin mempersiapkannya. Kenapa perlu disiapkan matang-matang? Karena niatan awal aku bakal sendirian di negeri orang dengan kondisi gak punya siapa-siapa plus gak bisa bahasa Jepang. Untuk itulah semua harus well prepared. Gak mau kalau failed dan kebingungan di sana. Jadi, inilah list persiapan aku bertualang ke negeri sakura.

Visa

Inilah hal pertama yang harus kamu siapkan kalau kamu berencana liburan ke Jepang. Kalau kamu memakai e-paspor beruntunglah karena kamu bisa mendapat bebas visa ke Jepang. Kebetulan pasporku sudah harus diperpanjang waktu itu. Akhirnya sekalian aja aku ganti paspor lamaku dengan e-passport. Persyaratan pengajuannya sama seperti mengajukan paspor biasa. Kemudian, datanglah ke kantor imigrasi. Yang perlu diingat adalah tidak semua kantor imigrasi melayani pembuatan e-passport.

Di Jakarta hanya kantor imigrasi di Warung Buncit dan Kemayoran yang bisa melayaninya. Meski antreannya panjang, tapi proses pembuatannya cepat dan tidak bertele-tele kok. Setelah selesai proses pengajuan e-paspor bisa diambil setelah lima hari kerja

Setelah berhasil memiliki e-passport, waktunya ke Kedutaan Besar Jepang yang letaknya di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Proses pengajuan bebas visa sangat mudah. Cukup datang dan bawa e-paspor saja. Setelah pengajuan, nanti e-passport akan diberikan stempel “visa waiver” yang artinya kita bisa mendapat bebas visa dengan waktu kunjungan maksimal lima belas hari. Bebas visa ini berlaku hingga tiga tahun.

Penginapan

Airbnb

Untuk menemukan penginapan yang murah kamu bisa cari di airbnb.com. Di situ aku bisa menemukan semurah-murahnya penginapan. Aku dapat homestay Chika’s Room dengan kasur bunk bed seharga 1600 yen per malam. Murah banget di antara semua penginapan lainnya, hahaha.

Dengan harga segitu jangan kira semua seadanya. Meski tak mewah, tempatnya bersih, fasilitasnya lengkap mulai dapur beserta perlengkapan masaknya, mesin cuci, dan kamar mandi. Ada free breakfast, meski cuma miso soup instant tapi lumayanlah.

chikas-room-kitchen
Ini dapurnya homestay aku, nyaman.

Yang menjadi nilai plus dari homestay ini juga adalah lokasinya yang dekat dengan stasiun kereta. Jadi aku gak perlu jalan jauh untuk naik kereta. Cukup 5 menit jalan kaki dari dan menuju Tonoki Station. Lokasinya juga gak terlalu ramai karena jauh dari tourist spot. Dari Kansai Airport, penginapan itu dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 45 menit naik kereta.

Bagi yang suka tinggal dekat dengan keramaian pusat kota Osaka mungkin homestay ini bukan pilihan yang terbaik karena lokasinya cukup jauh dari pusat kota Osaka. Kalau aku sih memang mau cari lokasi yang jauh dari pusat kota supaya nyaman dan gak turis banget gitu. Lagian meski jauh dari pusat kota kalau mau ke mana-mana juga gampang tinggal naik kereta.

Stay Japan

Selain di Airbnb, kamu juga bisa cari penginapan murah di stayjapan.com. Nah kalau di Stay Japan kamu bisa menyewa rumah-rumah di Jepang, dari mulai rumah tradisional hingga modern. Ini cocok banget buat kamu yang pergi berombongan. Jadi lebih murah. Tapi kalau sendiri jangan deh, jadinya malah tekor. Mending cari di Airbnb aja.

Booking.com

Opsi lain, kamu bisa cari penginapan di booking.com. Kalau mau menekan budget kamu bisa cari capsule hotel atau dorm di sana. Kita bisa booking tanpa harus mengeluarkan biaya karena bayarnya cash pada saat kita check-in. Cuma butuh credit card sebagai identitas aja untuk booking. Selain itu juga free cancelation fee.

Aku booking Aun Guesthouse via booking.com selama dua hari aku di Nagano. Penginapan ini jauh lebih kecil dari Chika’s Room. Kecil banget. Cuma ada empat kasur bunk bed di dalam satu ruangan yang depannya langsung dapur. Pokoknya di dalam satu ruangan ini ada kasur, dapur, dan kamar mandi. Sempit banget. Tapi gak masalah sih buat aku selagi tempatnya bersih dan cukuplah fasilitasnya. Lagian juga cuma buat numpang tidur.

Harga permalam guesthouse ini jauh lebih mahal, 2700 yen. Itu udah yang paling murah di Nagano karena penginapan lain harganya banyak yang selangit.

Asyiknya menginap di Aun Guesthouse adalah karena hostnya yang helpful banget. Namanya Ikeda, laki-laki paruh baya. Aku dan temanku betul-betul disambut ramah sama pemiliknya, meski ia tak bisa berbahasa Inggris. Waktu itu kebetulan temanku alergi dingin. Aku tanya sama Ikeda-san di mana apotek terdekat. Ikeda-san akhirnya menolong dengan bilang “kamu stay di sini aja, aku yang cariin obatnya, karena hari sudah malam”. Dia ngomong pakai bahasa Jepang, ya kira-kira gitulah artinya (padahal gak ngerti sama sekali bahasa Jepang, hihi). Ikeda langsung pakai mobilnya pergi cariin obat buat teman aku.

Transportasi

Orang bilang transportasi di Jepang mahal. Iya sih emang. Tapi dengan harga segitu ya wajar sih selain karena memang living cost yang mahal, juga karena jarak tempuhnya itu yang jauh-jauh. Jadi jangan bandingkan sama commuter line jabodetabek, pffftt.

Untuk meminimalisasi biaya dan kepraktisan selama naik kereta di Jepang, aku sudah merencanakan untuk membeli segala macam kartu-kartu kereta. Untuk menentukan beli kartu-kartu itu butuh perhitungan yang matang karena kalau enggak alih-alih pengen ngirit malah jadi boros biayanya.

Setelah berbagai macam proses pencarian akhirnya aku memutuskan untuk memakai kartu Kansai One Pass, JR West for one day, dan Sheishun Kippu. Apa aja sih bedanya kartu-kartu itu? Sip bentar aku jelasin di sini.

screenshot_2017-02-06-07-22-45-1
Ini dia kartu-kartunya. JR West Rail Pass (paling atas), Kansai One Pass (Kiri), Seishun Kippu (kanan)

Kansai One Pass

kansai one passKansai One Pass itu kartu sejenis IC Card. Sistemnya seperti kartu commuterline di Jabodetabek. Kita beli kartunya seharga 3000 yen, 500 yen buat deposit. Jadi, di kartu itu kita ada saldo 2500 yen. Kalau saldonya abis bisa di-top up lagi.

Waktu saldo aku abis dan mau top up aku bingung karena mesin top upnya bahasa Jepang semua. Bingung dan ketawa aja dalam hati “Hahaha gimana gue ngerti mau top up dengan bahasa ginian”. Ketika lagi ada di kondisi itu, jangan malu untuk bertanya pada petugas. Boleh juga sih tanya sama orang Jepang yang lagi mau top up atau beli tiket. Tapi masalahnya banyak dari mereka yang buru-buru, jadi gak enak mau minta tolong. Makanya mending tanya petugas. Selain itu bisa juga googling dulu gimana caranya top up IC card. Ada banyak yang ngasih panduannya. Waktu itu aku sempat googling, cuma lupa. Akhirnya nanya orang deh. Nah setelah sudah tahu caranya dihafalin ya, supaya kalau mau top up gak bingung lagi.

Keuntungan dari IC Card adalah kepraktisannya aja sih. Kita gak harus ribet beli tiket setiap mau naik kereta, tinggal tap aja. Selain itu ada beberapa toko yang menerima pembayaran pakai IC Card. Jadi, IC Card ini mirip semacam kartu flash, e-money, dan sebagainya itulah.

Nah Kansai One Pass ini enaknya punya kelebihan lain dibanding IC Card biasa (ICOCA, SUICA, dll). Kansai One Pass ini menawarkan banyak diskon di beberapa toko dan tourist spot. Lumayan kalau belanja atau masuk tempat wisata bisa dapat diskon 10 %-20%. Silakan lihat lebih lanjut benefit dan penjelasan tentang Kansai One Pass di sini.

Jadi kalau mau pergi ke sekitaran Kansai Area (Osaka, Kyoto, Wakayama, Kobe, dll lupa apa lagi) mending pakai Kansai One Pass daripada ICOCA. Terus kalau di luar Kansai Area bisa dipakai gak itu kartunya? Jawabannya enggak. Sama seperti IC Card lainnya, sifatnya regional. Jadi kalau kamu ke Tokyo ya ini gak berlaku.

Oh iya, nantinya Kansai One Pass ini bisa kamu kembalikan lagi ke JR Office tempat kamu membelinya, lalu kamu akan mendapatkan deposit kamu kembali. Tapi ada syaratnya, saldonya minimal harus ada 200 yen sebagai handling fee. Kalau saldonya udah betul-betul habis saat mengembalikan, kamu gak bisa dapat deposit kamu lagi,

Kalau aku karena mikirnya buat apa deposit 500 yen aku dibalikin, toh kalau nukar duit di money changer segitu juga gak bisa karena bentuknya koin. Yaudah akhirnya sisa saldo di Kansai One Pass aku habisin untuk beli pernak-pernik di Pokemon Store di Kansai Airport. Karena pakai Kansai One Pass aku pun dapat diskon, yeay! Akhirnya saldo kartu aku tinggal tersisa 2 yen. Aku pun bisa bawa pulang Kansai One Pass aku ke Indonesia, kali aja nanti ke Jepang lagi, kan bisa dipakai lagi.

JR West Pass

Ada banyak perusahaan kereta api di Jepang, salah satunya yang terbesar adalah Japan Rail (JR). Nah JR West Pass adalah tiket terusan yang bisa digunakan untuk naik kereta di line JR yang ada di wilayah barat (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara, dan sebagainya). Bedanya dengan JR Pass adalah kalau JR Pass berlaku untuk seluruh line JR yang ada di Jepang, termasuk mengcover shinkansen. Makanya harga JR Pass mahal. Kalau JR West Pass hanya berlaku regional, di west area saja.

Aku pakai JR West Pass selama sehari saja dengan harga  2200 yen bisa terserah seharian mau jalan ke mana, asal tetap di west area. Kenapa aku pakai JR West Pass for One Day? Karena pada hari itu aku jalan-jalan sendirian dari ujungnya Osaka, dekat dengan bandara, menuju ke pusat kota di Osaka yang jaraknya jauh, terus agak sedikit ke atas lagi. Terus sorenya balik lagi menuju bandara untuk jemput teman aku. Kalau gak paka JR West Pass aku kena ongkos 2760 yen, tapi karena pakai JR West Pass aku cukup bayar 2200 yen, bisa bebas ke mana aja. Mau seharian naik kereta dari ujung ke ujung ngelilingin west area kalo kurang kerjaan juga bisa :p

JR West Pass ini bisa dipesan secara online di sini. Bisa juga langsung beli di Jepang, tapi harganya lebih mahal. Makanya aku mending booking online di situsnya. Isi data, bla bla bla, lalu dapat notofikasi email. Sampai di JR Office tinggal kasih tau bukti konfirmasi emailnya, lalu kita langsung bayar cash dan dapat JR West Pass.

Seishun Kippu

Gak banyak orang tahu tentang kartu ini, padahal kartu ini bisa menekan budget jadi lumayan banget. Seishun Kippu adalah kartu yang sifatnya seasonal. Dari kata “seishun” yang artinya “season”. Iya kayaknya sih gitu, mihihi. Nah seishun kippu ini memang tersedianya saat libur sekolah aja, di libur musim semi, summer, dan winter. Kok autum gak ada? Hmm gak ngerti. Alhamdulillahnya di bulan Desember seishun kippu sudah available sejak tanggal 10. Makanya aku bisa beli kartu ini.

Seishun Kippu ini bisa dibeli dengan harga 11.850 yen yang bisa kamu pakai selama 5 hari. Selama itu kamu bisa bebas keliling dari ujung utara ke ujung selatan jepang selama itu masih dicover sama JR Line. Kalau iseng dan kurang kerjaan monggo naik kereta dari ujung ke ujung :p

Seishun Kippu ini mengcover seluruh JR yang ada di Jepang, tapi hanya terbatas di local dan rapid train aja, shinkansen dan limited express enggak. Yaiyalah dengan harga semurah itu gak mungkin cover shinkansen.

Kartu ini juga mengcover kereta malam namanya “moonlight nagara” dengan rute Tokyo-Ogaki dan sebaliknya. Ogaki itu di Gifu, gak jauh-jauh amat dari Kyoto atau Osaka. Jadi kalau kamu berencana ke Tokyo dari Kyoto/Osaka atau sebaliknya, moonlight nagara bisa jadi pilihan kalau mau low budget. Daripada naik shinkansen yang harganya selangit. Di kereta pun kamu bisa menghabiskan waktu dengan tidur secara malam hari. Kepoin sendiri aja detilnya dan jadwal keretanya, karena aku gak berencana ke Tokyo waktu ke Jepang. kamu bisa buka http://www.hyperdia.com untuk jadwal kereta.

Kalau mau pakai kippu, di stasiun pertama kita mau pakai, kippu kita nanti dicap sama petugas sebagai tanda bahwa hari itu kippu dipakai. Nah, kalau mau naik kereta di stasiun lainnya jika masih pada hari yang sama kita tinggal menunjukkan kippu kita yang sudah dicap itu. Begitu seterusnya selama lima hari.

Enaknya lagi pakai kippu adalah satu kippu bisa dipakai banyak orang maksimal sampai lima orang. Modelnya begini, kalau kita mau pakai dengan dua orang teman kita dalam sehari berarti kippu kita kena cap dua. Berarti masih ada sisa tiga hari cap. Atau kalau mau pakai sekaligus bersama lima orang dalam sehari, berarti kippu kita kena lima cap sekaligus. Berarti sisa cap habis dan kippu kita besoknya gak bisa dipakai lagi. Jadi, satu orang itu satu cap. Dua orang ya dua cap. Lima orang ya lima cap. Asyik kan!

Nah, untuk aku sendiri, seishun kippu bermanfaat sekali saat aku menempuh perjalanan jauh dari Osaka ke Nagano dan sebaliknya, serta saat aku bolak balik menuju Hakuba dari Nagano untuk main salju. Total ongkos yang harusnya aku keluarkan kalau gak pakai kippu itu kira-kira 18.000 sekian yen selama perjalanan Osaka-Nagano-Hakuba. Tapi karena pakai kippu aku cukup menghabiskan 11.850 yen. Belum lagi aku masih punya sisa kippu untuk dipakai dua hari lagi.

Di sini aku yang salah perhitungan sedikit. Kippu aku yang masih sisa dua hari itu tadinya sehari ingin aku pakai buat jalan-jalan, lalu seharinya lagi buat pulang ke airport. Tapi sayangnya setelah menempuh perjalanan jauh dari Nagano aku terlalu lelah untuk jalan-jalan yang agak jauh lagi. Akhirnya aku cuma jalan-jalan sekitaran Osaka dan Kobe aja dan itu gak via JR line jadi gak dicover kippu deh. Sisanya aku pakai besoknya untuk pulang ke bandara. Alhasil sampai di Indonesia aku masih punya jatah kippu sehari untuk dipakai. Sayang sih, tapi ya udah, haha.

Cara Mendapatkan Kartu-kartu itu

Untuk membeli ketiga kartu itu setibanya aku di Kansai Airport aku langsung menuju ke JR Office di lantai 2F. Di situ ada antrean untuk membeli macam-macam kartu transportasi. Ketika mau membeli kartu-kartunya harus siapkan paspor. Kalau rombongan, cukup satu orang saja yang mengantre untuk membelinya. Jangan malu untuk bertanya tentang apa pun kalau gak ngerti.

Di depannya JR Office langsung kelihatan gate masuk untuk JR Line dan Nankai Line. Nah dari gate itulah kita masuk untuk naik kereta.

jr-office-kansai
Antrean panjang di JR Office

Koneksi internet

Jangan harap kamu dengan mudahnya dapat mengandalkan free wifi selama bepergian di Jepang. Selama aku di Jepang aku bisa menemukan free wifi hanya di JR East Office dan beberapa tempat saja. Itu pun perlu nanya gimana aktivasinya karena pakai bahasa Jepang yang aku gak ngerti sama sekali.

Makanya kehadiran pocket wifi penting banget. Terlebih kalau kita bepergian ke sana kemari. Kita perlu mengakses setidaknya google maps dan informasi seputar jadwal kereta atau transportasi lainnya supaya gak nyasar dan perjalanan menjadi efisien tanpa harus kebingungan. Kadang juga kita perlu mengakses google translate untuk keperluan berkomunikasi sama orang Jepang saat diperlukan. Kalau kamu adalah orang yang socmed banget apalagi, butuh banget kehadiran koneksi internet.

Menyewa pocket wifi bisa jadi solusi untuk kebutuhan koneksi internet. Sebetulnya selain pakai pocket wifi kita juga bisa membeli simcard dengan paket data. Ini bisa jadi lebih murah. Tapi, gak semua hp bisa dipakai untuk simcard Jepang. Kalau hp lokal Jepang sih bisa. Tapi kalau yang lain belum tentu. Informasi ini aku dapat dari hasil browsing tentang hp yang bisa dipakai untuk simcard docomo dan beberapa jenis lainnya. Paling banyak yang bisa dipakai adalah iphone, tapi juga gak semua iphone. Jadi hp itu kudu yang keluaran lokal Jepang yang memang sudah disetting. Jadi memang paling mending pakai pocket wifi sih.

Ada banyak rental pocket wifi dengan harga, kecepatan, dan kuota internet yang bervariasi. Pocket wifi ini selain bisa didapatkan di Jepang, bisa juga kamu mendapatkannya di Indonesia. Di Indonesia yang menyediakan pocket wifi itu biasanya travel agent semacam HIS Travel atau …. Tapi malesnya kalau mau dapat pocket wifi dari Indonesia harus pakai deposit segala dari 500 ribu hingga satu juta rupiah. Sebetulnya selain dari travel agent ada lagi yang menyediakan pocket wifi, yaitu wi2fly. Tapi setelah aku cari-cari infonya banyak komplain soal pengiriman pocket wifi yang terlambat. Servicenya kurang bagus. Ya daripada berisiko seperti itu mending cari yang aman-aman aja.

Akhirnya setelah mencari-cari yang mana pocket wifi yang pas harganya dengan kebutuhan aku, aku memutuskan memakai sakura mobile. Pertama-tama kita harus booking online via websitenya. Kemudian akan ada notifikasi yang masuk ke email kita. Pengambilan pocket wifi bisa dilakukan di airport post office. Bisa juga diantar langsung ke hotel. Kalau aku ambilnya di airport post office. Tunjukkan bukti pemesanan dengan menyerahkan print out email, baru deh si petugas post office akan menyerahkan pocket wifi kita.

sakura mobile

Paket wifi yang aku dapat di dalam amplop yaitu wifi, charger, kabel, pouch hitam untuk tempat wifinya (gak kefoto), dan amplop karton (gak kefoto) yang akan digunakan untuk mengembalikan wifi ke post box

Pakaian Musim Dingin

Kebetulan aku pergi ke Jepang saat musim dingin tiba. Awalnya mikir keras gimana caranya pakaian musim dingin aku muat dalam satu tas ransel yang ukurannya gak gede-gede amat. Aku memang gak beli bagasi untuk menekan budget.

Setelah muter otak gimana caranya supaya pakaian muat di satu tas ransel, maka datanglah solusi pertama: pakai vacuum bag. Vacuum bag itu semacam plastik yang bisa ngepress pakaian kita karena kita membuang kelebihan angin di dalamnya. Aku beli vacuum bag di jakartanotebook.com. Alhamdulillah pengirimannya cepat dan barangnya sesuai. Terasa banget saat packing pakai vacuum bag itu bisa membantu kita untuk memaksimalkan setiap ruang pada tas atau koper kita. Jadi, packing pun bisa muat banyak.

Betul-betul harus dipertimbangkan jumlah hari dan pakaian apa saja yang harus dibawa. Kebanyakan orang-orang suka mikir kalau musim dingin itu pasti bakal bawa baju banyak soalnya berlapis-lapis dan tebal. Padahal itu salah. Kalau musim dingin itu kita gak keringetan jadi gak bakal sering ganti baju.

Buktinya selama 12 hari musim dingin di Jepang aku bisa cuma bawa satu ransel. Yang aku bawa itu kira-kira 4 coat tebal, 4 sweater, 2 kaus, longjohn atas bawah, kerudung beberapa, apa lagi ya, ah lupa. Pokoknya jangan mikir bawa baju banyak-banyak deh daripada gak kepake dan berat-beratin doang.

Kira-kira itu semua persiapan aku sebelum pergi ke Jepang. Intinya kalau kamu pergi sendirian dan jauh, persiapkan sesuatunya matang-matang kalau gak mau failed, masalahnya keselamatan juga sih soalnya kan lagi musim dingin. Lalu juga menghindari over budget harus beli baju di sana atau kalau ada apa-apa. Menghindari nyasar juga.

Selama kamu melakukan perjalanan sendirian, terutama di negeri orang, budayakanlah bertanya dan membaca setiap informasi, at least kalau kamu gak mengerti bahasanya kamu bisa membaca simbolnya. Kemudian, jangan panik kalau kamu nyasar atau ada sesuatu yang tak terduga. Keep calm. Be positive, selagi kamu mikir kalau kamu sendirian pasti bakal ada orang jahat yang gangguin kamu, kamu gak akan pernah bisa pergi sendirian. Berhati-hati boleh, tapi harus tetap berpikir positif. Gak semua stranger itu berbahaya.

Nah, selanjutnya aku mau cerita tentang kedatanganku di Jepang di sini.

 

Advertisements

2 thoughts on “Persiapan Penting Sebelum Liburan ke Jepang

  1. Haii mbak aq nyuwun sarannya
    Kalo di osaka pakai osaka amazing pass lebih efisien/lebih murahan mana ya dengan kansai one pass?modemnya itu brp rupiah mbk?

    1. Tergantung kebutuhan, kalau kamu mau kejar tayang ngiterin Osaka seharian dari satu titik ke titik lainnya sih bisa aja pakai Osaka AMazing Pass. Turis bangetlah pokoknya. Kalau aku sih ga suka begitu. Liburan itu ya buat nyantai bukan buat kejar tayang dari satu spot ke spot. Lagi pula ga bakal kecover seharian juga semua dijelajahin, hahaha. Rugi jatuhnya. Kalau aku sih mendingan pakai Kansai One Pass.

      Buat modem lihat aja di webnya https://www.sakuramobile.jp/
      Ada lagi http://blank-wifi.com/
      http://www.japan-wireless.com/
      http://www.pupuru.com/en/

      Dibandingin aja. Sesuaikan dg kebutuhan kamu. Kalau aku sih yg paling pas sakura mobile.

      Semoga bisa membantu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s