Persiapan Liburan Musim Dingin ke Jepang dengan Low Budget

IMG-20170111-WA0067

Akhir tahun 2016 aku menghabiskan waktu liburan dengan sangat menyenangkan. Jepang menjadi destinasi yang aku pilih untuk menuntaskan salah satu dari sekian banyak bucket list dalam hidup aku, yaitu lihat salju.

Dua belas hari berkelana di negeri sakura yang semi solo traveling tentunya perlu perencanaan yang matang. Pokoknya harus puas, nggak boleh failed. Karena itulah, selama hampir empat bulan aku tak henti-hentinya menyiapkan segala yang butuh disiapkan, mulai dari pengurusan visa, akomodasi, dan browing segala informasi yang aku perlu tahu.

Rasanya menyenangkan kalau aku membagikan pengalaman persiapan aku ke Jepang di sini. Barangkali bisa berguna buat kalian yang mau pergi ke Jepang, terutama kalau perginya saat musim dingin. Silakan disimak!

Tiket Pesawat

Menurutku, hal pertama yang perlu disiapkan sebelum liburan itu ya tiket pesawat. Meskipun belum tahu itinerary-nya akan ke mana aja dan ngapain aja, beli tiket pesawat sesegera mungkin tetap yang utama, apalagi kalau high season.

Carilah pesawat yang low cost carrier seperti, Air Asia. Tapi harus diingat, penerbangan low cost carrier itu tanpa bagasi. Jadi, kalau kamu butuh bagasi selain di cabin ya harus nambah biaya.

Supaya hemat, pesanlah tiket tanpa bagasi. Kemudian pertanyaan muncul, emang cukup barang bawaannya 12 hari tanpa bagasi, terlebih kalau winter kan pakaiannya tebal-tebal? Jawabannya, cukup! Tinggal gimana kamu mengatur barang bawaan kamu. Aku akan jelaskan lebih detil di tips pengaturan barang bawaan saat winter.

Waktu itu, aku beli tiket pesawat Air Asia seharga 6,2 juta PP Jakarta-Osaka. Itu sudah yang paling murah. Maklumlah namanya juga high season.

Voila! Urusan tiket pesawat selesai, saatnya membuat itinerary dan menyiapkan berbagai persiapan lainnya.

Paspor dan Visa

Sembari menyusun itinerary dan mencari berbagai informasi, kamu persiapkan dokumen penting ini sebelum berangkat ke Jepang: paspor dan visa.

Kalau kamu memakai paspor elektronik atau e-passport beruntunglah karena kamu bisa mendapat bebas visa atau visa waiver ke Jepang. Kalau paspormu masih paspor biasa, lebih baik ganti dengan e-passport daripada ribet mengurus visa.

Cara pengajuandan persyaratan e-passport sama dengan pengajuan paspor biasa.  Bedanya, biaya paspor elektronik lebih mahal dibanding paspor biasa, yaitu sekitar 600 ribuan. Silakan cek di website kantor imigrasi daerahmu untuk persyaratan dan pengajuannya yang lebih lengkap.

Oh iya, untuk pengajuan paspor elektronik tidak semua kantor imigrasi bisa melayani. Untuk wilayah Jakarta hanya bisa di Kantor Imigrasi Warung Buncit dan Kemayoran.

Setelah berhasil memiliki e-passport, untuk mendapatkan bebas visa silakan ke Kedutaan Besar Jepang. Di Jakarta letaknya di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Proses pengajuan bebas visa sangat mudah. Cukup datang dan bawa e-paspor serta formulir yang diperlukan. Selengkapnya silakan cek di sini http://www.id.emb-japan.go.jp/news14_30.html.

Setelah pengajuan bebas visa diterima, e-passport akan diberikan stempel “visa waiver” yang artinya kita bisa mendapat bebas visa dengan waktu kunjungan maksimal lima belas hari. Bebas visa ini berlaku hingga tiga tahun. Dengan begitu kita bebas bolak-balik ke Jepang selama tiga tahun tanpa perlu melakukan pengajuan lagi. Asyik kan.

Penginapan

Ada beberapa opsi untuk menemukan penginapan yang murah. Kamu tidak perlu khawatir, semurah-murahnya penginapan di Jepang, mereka itu mengedepankan kenyamanan dan kebersihan kok.

Airbnb

Opsi pertama kamu bisa cari di airbnb.com. Di situ banyak banget penginapan murah. Aku dapat homestay dengan kasur bunk bed seharga 160 ribuan per malam. Murah banget kan, hahaha. Tapi, di setiap wilayah di Jepang kisaran harga penginapannya berbeda-beda. Misalnya di Osaka penginapan yang di bawah 200 ribu banyak, tapi kalau di Nagano jangan harap, paling murah 300 ribu.

Dengan harga segitu jangan kira semua seadanya. Meski tak mewah, tempatnya bersih, fasilitasnya lengkap mulai dari dapur beserta perlengkapan masaknya, mesin cuci, dan kamar mandi beserta sabun, sampo, dan handuk. Ada free breakfast juga, meski cuma miso soup instant ya lumayanlah.

Nah, untuk booking penginapan di airbnb.com kamu memerlukan kartu kredit. Kalau kamu nggak punya kamu bisa buat kartu kredit virtual. Caranya kamu bisa buat di Entropay atau dengan jasa pembuatan kartu kredit virtual. Banyak kok yang menyediakan jasa itu, silakan browsing sendiri ya.

chikas-room-kitchen
Dapurnya penginapanku yang murah meriah

Stay Japan

Kalau kamu pergi rombongan, kamu juga bisa cari penginapan murah di stayjapan.com. Nah kalau di Stay Japan ini kamu bisa menyewa seisi rumah di Jepang, dari mulai rumah tradisional hingga modern. Makanya kalau rombongan ya akan lebih murah. Tapi kalau sendiri atau berdua aja lebih baik jangan deh, malah mahal.

Booking.com

Opsi lain, kamu bisa cari penginapan di booking.com. Kalau mau menekan budget kamu bisa cari capsule hotel atau penginapan dengan konsep dorm di sana.

Enaknya di booking.com adalah kita bisa booking tanpa harus mengeluarkan biaya karena bayarnya pada saat kita check-in. Selain itu, di booking.com juga free cancelation fee sehingga kalau rencana perjalanan kita berubah kita dengan mudahnya bisa cancel secara gratis dengan batas waktu yang ditentukan.

Sebagian penginapan di booking.com memerlukan identitas kartu kredit sebagai jaminan, sebagian lagi tidak. Ingat, kamu bisa gunakan kartu kredit virtual di sini.

Bisa disimpulkan kehadiran kartu kredit atau setidaknya kartu kredit virtual bermanfaat untuk persiapan berlibur ke Jepang. Jadi, persiapkan juga ya.

aun
Aun Guest House, tempatku menginap di Nagano via booking.com seharga 300 ribuan. Itu udah yang paling murah

Couchsurfing

Kalau kamu mau merasakan pengalaman tinggal dengan keluarga lokal di Jepang, kamu silakan buat akun Couchsurfing, lalu carilah host yang bersedia kamu inapi rumahnya. Anak Couchsurfing pasti sudah familiar dong ya dengan ini. Bagi yang belum jadi gabung di Couchsurfing, ayo bergabung. Lumayan lho menjalin banyak pertemanan saat kita bepergian. Kalau beruntung kita bisa nginap gratis hehehe. Tapi segratis-gratisnya paling tidak ada take and give-nya. Misal, kita bawa oleh-oleh dari negara kita untuk host kita atau kita ajarin mereka masak masakan khas negara kita. Ya begitulah kira-kira.

Waktu di Jepang, ada dua orang lokal yang mengontak aku. Orang yang pertama ngajak ketemu. Orang yang kedua mempersilakan aku untuk menginap di rumahnya yang ada di Kobe, kota pelabuhan yang tak jauh dari Osaka. Sayangnya aku sudah dapat menginap gratis dari seorang teman di Osaka yang aku kenal dari seorang temanku yang aku kenal dari forum jalan-jalan. Nah bingung kan tuh gimana bahasanya. Pokoknya begitulah. Lumayan loh aku bisa nginap di apartemennya selama 8 hari! Coba bayangkan taruhlah penginapanku sehari 200 ribu. Berarti kira-kira aku bisa hemat 1,6 juta!

Jadi, carilah cara untuk menginap gratis dengan bergabung di Couchsurfing atau forum jalan-jalan lainnya.

Leo Palace Apartment
Apartemen temanku, tempatku menginap selama 8 hari

Transportasi

Orang bilang transportasi di Jepang mahal. Iya sih memang. Tapi dengan harga segitu ya wajar sih. Di luar faktor living cost di Jepang yang mahal, jarak tempuh kereta di sana itu jauh-jauh. Misalnya, 15 menit naik kereta di Jepang beda dengan 15 menit naik kereta commuter line. Jarak 15 menit di sana itu lebih jauh karena kereta di Jepang melaju lebih cepat dibanding commuter line.

Untuk meminimalisasi biaya dan kepraktisan selama naik kereta di Jepang, belilah segala macam kartu-kartu kereta yang tersedia sesuai kebutuhan perjalananmu. Kalau mau betul-betul hemat, butuh perhitungan yang matang untuk membeli kartu-kartu itu. Kalau tanpa perhitungan, alih-alih mau hemat malah jadi boros biaya.

Misalnya begini, kamu membeli JR West Pass untuk satu hari seharga 2.200 yen. Yang mana itu artinya kamu bisa bebas ke mana saja naik kereta dari perusahaan JR keliling area Osaka, Kyoto, Kobe, dan Nara. Tapi harus kereta JR ya. FYI di Jepang ada banyak perusahaan kereta. Nah, ternyata setelah kamu beli JR West Pass, destinasi yang mau kamu tuju lebih banyak dilewati oleh subway atau jalur kereta lain selain JR. Atau ongkos harian kamu ternyata setelah dihitung kurang dari 2.200 yen. Itu artinya kamu rugi. Lebih baik beli jenis kartu lain.

Setelah berbagai macam proses pencarian dan perhitungan budget ongkos dari satu destinasi ke destinasi lainnya, akhirnya aku memutuskan untuk memakai kartu Kansai One Pass, JR West, dan Seishun Kippu. Apa aja sih bedanya kartu-kartu itu? Penjelasan lebih detilnya ada di tulisan aku tentang panduan transportasi di Jepang.

Nah setelah kamu menentukan kartu-kartu yang akan kamu beli, kalau kamu tiba di Kansai Airport silakan kamu ke lantai 2. Di sana ada kantor penjualan berbagai macam kartu itu. Jadi, kamu bisa langsung memakainya setelah meninggalkan bandara menuju tujuanmu.

Pemantau Jadwal dan Rute Transportasi

Memantau jadwal dan rute transportasi sangatlah penting. Pertama, alasannya supaya kita nggak bingung harus naik kereta apa, di jalur mana, dan jam berapa. Kedua, supaya kita bisa tahu kira-kira berapa ongkos yang diperlukan.

Untuk mengecek itu semua, kita bisa menggunakan google maps sebetulnya, tapi kurang lengkap dan agak bingung membacanya.

Ada satu situs yang aku rekomendasikan untuk lihat jadwal, rute, dan harga moda transportasi, yaitu hyperdia.com. Situs ini menjelaskan secara lengkap soal jadwal, rute, di mana kita transit, di mana kita stop over, pilihan transport, berikut dengan rincian biaya transport yang perlu kita keluarkan. Namun, mempelajari situs itu bukan hal yang bisa dibilang mudah. Kita perlu memahami setiap tanda dan keterangan di rute dan jadwal, misalnya yang mana yang artinya transit, yang mana stop over, dan lain sebagainya.

Situs hyperdia.com penting sekali jika kita harus bepergian jauh dengan cara ngeteng naik kereta, transit dan stop over sana sini. Misalnya nih, waktu aku dari Osaka ke Nagano sendirian, hyperdia.com sangat membantu untukku memahami kereta yang harus aku naiki selama perjalanan, di mana aku harus stop over atau transit, serta budget yang harus aku keluarkan.

Situs ini juga bisa membantu kita untuk menentukan budget transportasi sehingga kita bisa memilih mau beli kartu trasnportasi jenis apa yang menguntungkan.

Perkiraan Cuaca

Meski cuaca memang tak bisa dipastikan, perkiraan cuaca tetap penting. Misalnya untuk tahu seberapa dingin wilayah yang akan kamu kunjungi sehingga jadi lebih kebayanglah persiapan apa yang harus kamu siapkan.

Dengan perkiraan cuaca kita pun jadi tahu wilayah Jepang mana yang turun salju, yang hujan, dan sebagainya. Misalnya waktu aku merencanakan ke Nagano, aku melihat perkiraan cuaca dulu kira-kira tanggal sekian Nagano sudah turun salju atau belum. Begitulah kira-kira. Selain itu, dengan perkiraan cuaca kita bisa tahu kapan kemungkinan cuaca buruk datang sehingga kita bisa pending kegiatan di outdoor dan menggantinya dengan kegiatan indoor.

Salah satu situs perkiraan cuaca adalah accuweather.com. Sebelum berangka ke Jepang pun aku selalu pantau kondisi cuaca dari situ.

Koneksi internet

Jangan harap kamu dengan mudahnya dapat mengandalkan free wifi selama bepergian di Jepang. Selama aku di Jepang aku bisa menemukan free wifi hanya di JR East Office dan beberapa tempat saja. Itu pun perlu nanya gimana aktivasinya karena pakai bahasa Jepang yang aku nggak ngerti sama sekali.

Makanya kehadiran pocket wifi itu penting sekali. Terlebih kalau kita bepergian ke sana kemari. Kita perlu mengakses internet, setidaknya google maps untuk mencari jalan dan informasi seputar jadwal kereta atau transportasi lainnya. Ini akan menghindari kita dari masalah nyasar.

Menyewa pocket wifi bisa jadi solusi untuk kebutuhan koneksi internet. Sebetulnya selain pakai pocket wifi kita juga bisa membeli simcard dengan paket data. Ini bisa jadi lebih murah. Tapi, tidak semua ponsel bisa dipakai untuk simcard Jepang. Kalau ponsel lokal Jepang sih bisa. Tapi kalau yang lain belum tentu. Paling banyak yang bisa dipakai adalah iphone, tapi juga tidak semua iphone. Jadi, memang paling direkomendasikan itu ya pakai pocket wifi.

Ada banyak rental pocket wifi dengan harga, kecepatan, dan kuota internet yang bervariasi. Rajin-rajinlah browsing di internet untuk mendapatkan pocket wifi yang paling tepat sesuai dengan budget kamu.

Pocket wifi bisa kamu pesan langsung di Jepang, pesan online, atau pesan di Indonesia. Kalau mau pesan langsung di Jepang aku sarankan untuk memesannya langsung saat kamu tiba di bandara. Kekurangan saat memesan langsung di Jepang adalah harganya bisa lebih mahal. Untuk memesan online ada banyak pilihannya, tinggal bandingkan harga saja. Ingat, di sini kamu perlu kartu kredit untuk memesanny. Biasanya beberapa pocket wifi itu akan lebih murah kalau dipesan online. Untuk yang mau pesan di Indonesia silakan cari beberapa travel agent atau penyedia jasa sewa pocket wifi. Kekurangannya kalau mau pesan pocket wifi dari Indonesia harus pakai deposit sekitar 500 ribu hingga satu juta rupiah sebagai jaminan.

Di antara ketiga opsi itu silakan cari yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu. Kalau aku waktu itu pesan online di Sakura Mobile. Setelah melakukan perbandingan harga ini yang paling murah. Saat kedatangan di bandara, aku mengambil pocket wifi ini di kantor pos bandara yang terletak di lantai dua. Untuk pengembaliannya tinggal masukkan amplop lalu kirim lewat post box mana pun yang tersebar tanpa dikenakan biaya kirim karena sudah termasuk di biaya sewanya.

sakura mobile
Sakura Mobile pocket wifi

Makanan

Pengeluaran untuk makan adalah pos biaya yang tepat untuk dihemat. Ada beberapa orang yang dari Indonesia membawa mi instan atau lauk kering seperti teri kacang, abon, dan lain sebagainya. Aku sih nggak melakukan itu karena memang tujuanku ke Jepang juga salah satunya ingin mencoba aneka macam kulinernya sampai puas 😀

Cara lain untuk menghemat biaya makan adalah dengan sarapan di penginapan sebelum ke luar untuk jalan-jalan. Nah, inilah yang aku lakukan. Paling enak sih kalau di penginapannya ada dapur, jadi bisa sekalian masak. Kebetulan dua penginapanku dan apartemen temanku semua ada dapurnya. Alhasil aku bisa masak deh.

Karena ada dapur aku pun bisa masak macam-macam dari mulai goreng sosis, ayam, bikin opor ayam (bumbunya bawa dari Indo), bikin pisang goreng, bikin capcay, dan lain sebagainya. Jadi, nggak setiap saat makan di luar, tapi makan di rumah juga. Nah untuk membeli bahan-bahannya bisa di supermarket terdekat. Lumayan kan jadi hemat.

Kalau nggak memungkinkan untuk masak tapi mau menghemat, kamu bisa beli makanan di Lawson. Di sana cukup terjangkau harganya. Atau kamu bisa makan di rumah makan yang harganya cukup terjangkau.

Nakau
Makan di Nakau satu porsi paling murah 30 ribuan. Bayarnya lucu, pakai koin dimasukkan ke dalam semacam mesin kayak ding dong.

Oh iya hampir lupa, untuk menghemat usahakan membawa botol minum yang diisi airnya dari penginapan. Hampir semua penginapan pasti bisa isi air minum kok karena hampir semua di Jepang itu air dari keran bisa diminum. Aku sempat bingung awalnya di sini, kok nggak ada dispenser di penginapan. Ternyata saat aku ke wastafel di atas kerannya dikasih keterangan bahwa itu bisa diminum. Howalaaah.

Pakaian Musim Dingin

Kebetulan aku pergi ke Jepang saat musim dingin tiba. Awalnya berpikir keras gimana caranya pakaian-pakaian musim dingin aku muat dalam satu tas ransel dengan bobot tidak lebih dari 7 kilo.

Setelah muter otak maka datanglah solusi pertama: pakai vacuum bag. Vacuum bag itu semacam plastik yang bisa ngepres pakaian kita karena kita membuang kelebihan angin di dalamnya. Silakan beli online, banyak kok yang jual. Terasa banget saat packing pakai vacuum bag itu bisa membantu kita untuk memaksimalkan setiap ruang pada tas atau koper kita.

Pertimbangkan jumlah hari dan pakaian apa saja yang harus dibawa. Kebanyakan orang-orang berpikir kalau musim dingin itu pasti bakal bawa baju banyak karena harus berlapis-lapis dan tebal. Padahal itu salah. Kalau musim dingin itu kita nggak akan berkeringat sehingga nggak akan sering ganti baju.

Akhirnya selama 12 hari musim dingin di Jepang aku bisa hanya membawa satu ransel. Pakaian yang aku bawa itu kira-kira 4 coat tebal, 4 sweater, 2 kaus, longjohn atas bawah, dan beberapa pakaian dalam, dan perintilan kecil lainnya.

Untuk perlengkapan musim dingin seperti sarung tangan, ear muff, syal dan lain sebagainya silakan bawa juga. Kalau nggak mau bawa silakan beli saat tiba di Jepang. Kamu harus punya sih untuk menghindari kedinginan.

Aku akan membahas cara memilih pakaian musim dingin di sini. Cek ya 😉

Mata Uang Yen

Jangan lupa tukarkan rupiahmu menjadi yen. Sangat disarankan untuk menukar yen di Indonesia, bukan saat sampai. Pantau baik-baik kurs yen. Kalau kurs yen sedarang rendah silakan tukarkan. Selama aku persiapan ke Jepang waktu itu kurs yen terendah sekitar 117 rupiah, tertinggi sekitar 125 rupiah. Mungkin kelihatannya bedanya hanya berapa angka. Tapi ingatlah kalau kamu menukar uang jutaan rupiah dengan kurs yang berbeda beberapa angka saja, selisihnya bisa jutaan juga loh kalau dihitung-hitung.

Pastikan kamu membawa perbekalan uang yen yang cukup. Jangan sampai yen kamu habis ya, itu menyedihkan L

Sebetulnya kamu bisa tarik ATM dengan mata uang yen dari atm kamu di Jepang. Kamu bisa cari atm Seven Bank yang warnanya hijau untuk tarik tunai. Kartu ATM dengan Visa atau Mastercard bisa digunakan. Tapi ingat, tidak semua kartu ATM bisa lho. Jadi lebih baik bawa yen dari Indonesia.

Kira-kira itulah persiapan liburanku ke Jepang yang bisa aku share. Ribet? Ya memang. Begitulah kalau semua dipersiapkan sendiri. Tapi justru di situlah serunya. Kita jadi banyak belajar dan mengerti sendiri gimana caranya bertahan di negeri orang serta bisa berlibur dengan aman nyaman serta damai sentosa tanpa harus tergantung sama jasa travel agent. Justru karena ini semualah yang akhirnya bikin aku kangen liburan ke sana. Ah mau lagi deh, kalau ada duit :p

Thanks for reading and keep traveling!

 

Advertisements

5 thoughts on “Persiapan Liburan Musim Dingin ke Jepang dengan Low Budget

  1. Haii mbak aq nyuwun sarannya
    Kalo di osaka pakai osaka amazing pass lebih efisien/lebih murahan mana ya dengan kansai one pass?modemnya itu brp rupiah mbk?

    1. Tergantung kebutuhan, kalau kamu mau kejar tayang ngiterin Osaka seharian dari satu titik ke titik lainnya sih bisa aja pakai Osaka AMazing Pass. Turis bangetlah pokoknya. Kalau aku sih ga suka begitu. Liburan itu ya buat nyantai bukan buat kejar tayang dari satu spot ke spot. Lagi pula ga bakal kecover seharian juga semua dijelajahin, hahaha. Rugi jatuhnya. Kalau aku sih mendingan pakai Kansai One Pass.

      Buat modem lihat aja di webnya https://www.sakuramobile.jp/
      Ada lagi http://blank-wifi.com/
      http://www.japan-wireless.com/
      http://www.pupuru.com/en/

      Dibandingin aja. Sesuaikan dg kebutuhan kamu. Kalau aku sih yg paling pas sakura mobile.

      Semoga bisa membantu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s