Pola Asuh Anak

Aku sangat bersyukur menjadi seorang guru. Dari situlah aku belajar banyak tentang pola asuh serta perkembangan anak. Dari dulu emang aku tertarik sama parenting, meski aku belum menikah.

Kenapa tertarik? Karena pendidikan dasar buat anak itu sangat penting buat kematangan berpikir dan bertindak saat mereka tumbuh semakin besar. Dan pendidikan dasar itu datang dari orang tua, bukan sekolah. Tapi sayangnya banyak orang tua yang abai akan hal itu.

Yang jelas kalau Indonesia makin banyak melahirkan bibit-bibit unggul yang punya manner dan attitude yang baik, insyaallah negara ini lebih maju. Terlalu jauhkah harapan itu? Buat aku enggak. Karena itu emang yang aku pengen.

Kadang suka gatel sendiri lihat banyak orang melakukan hal sederhana yang salah tapi memalukan, semisal ngaret, buang sampah sembarangan, dan gak mau antre. Hal-hal kayak gitulah yang memang harus dibiasakan sejak kecil.

Kadang juga suka gatel sama pola asuh orang tua yang gak mendidik anaknya, misalnya maaih kelas 2 SD dikasih hp dengan bebas tanpa aturan. Hellooooo. Itu gadget buat apaan sih sebenarnya? Buat mainan? Aku paham mereka orang kaya. Beli hp udah kayak beli cilok. Tapi useless dan berbahaya kalau hp cuma dijadikan mainan, nge-socmed, dan nge-youtube doang, apalagi tanpa pengawasan. Pertama, mereka akan mungkin mengakses konten-konten yang harusnya gak mereka akses. Makanya gak jarang banyak anak yang udah kena racun pornografi sejak kelas 3 SD. Lalu, tanpa pengawasan si anak akan main hp aja terus dan lupa waktu.i

Ini terjadi kok sama murid aku sendiri. Bayangkan anak kecil main hp sampai begadang dan baru tidur jam 12 malam. Sementara besok pagi harus sekolah. Pertama itu gak baik buat kesehatam si anak. Anak umur 7-8 tahun itu masih butuh tidur 8-10 jam. Belum lagi kesehatan matanya yang terganggu karena terlalu sering terpapar gadget. Itu baru bahayanya dari segi kesehatan. Belum lagi sekarang pertanyaannya apa yang dia lakukan dengan hp itu. Emang gak takut kalau mereka mengakses konten-konten yang negatif? Dampak negatifnya mungkin ga bisa dirasakan langsung. Tapi coba entar pasti bakal terasa dampaknya.

Belum lagi masalah anak umur di bawah 12 tahun yang diajak nonton Kingsman, Beauty and The Beast, dan film lain yang memang bukan buat anak-anak. Terus giliran ada konten yang gak sesuai dengan anak-anak maka si orang tua protes. Loh lucu. Orang bebas bikin film apa aja sesuai age rate-nya. Itu mah urusan orang tua gimana milih film yang baik buat anak.

Belum lagi masalah video game. Anak dibiarkan main GTA, Smackdown, fatal frame. Ujung-ujungnya main kekerasan di sekolah, anak lain juga dirugikan sebagai korban, orang tua ribut. Ya gitu aja terus. Sekarang coba lihat kenapa anaknya begitu. Ya terinspirasi dari game itulah. Untungnya aku dulu gamer ps. Jadi tau itu game semua yang dimainin sama anak-anak.

Belum lagi masalah musik yang didengerin anak-anak. Yang mana banyak orang tua gak sadar kalau liriknya gak baik. Waktu itu aku sempat stop anak yang mau unjuk bakat nyanyi lagu Bruno Mars yang Lazy Song. Helloooo anak kecil mau nyanyiin “Really nice girl really nice sex. She’s gonna scream out… Bla bla bla” gileee. Ada lagi yang lagu liriknya “I’ll kiss your curve…” Apalah gitu.

Jangankan yang berbau seks, aku denger anak nyanyi lagu patah hati atau cinta-cintaan macam lagu armada aja geli. Terus nanti orang-orang cuma pada bilang “abisnya yang lagi populer di tv dan radio itu sih”. Helloooooooo usaha dong cari lagu yang lebih ramah sama anak liriknya. Ada? Banyaaaaak. Sekali lagi banyaaaaaaak. Ada banyak lagu anak-anak yang kekinian atau pun lagu orang dewasa yang at leas liriknya lebih pantas buat anak-anak. Makanya itu yang sering akses youtube coba cari tahu. Jangan kebiasaan cuma nerima dari tren yang ada.

Ya aku sebagai gurunya ya cuma mengingatkan mereka dan ORANG TUA mereka. Selebihnya ya balik lagi ke orang tua.

Itulah kenapa kadang aku geregetan. Rasanya jadi pinhin punya anak, eh, hahaha. Iya emang pengen sih. Terus coba kasih pola asuh yang terbaik buat mereka. Pingin jadi ibu yang sadar bahwa ilmu parenting itu sangat penting. Pingin jadi ibu yang suka dongengin anaknya. Pingin jadi ibu yang lebih senang ngajak anaknya ke taman bermain atau perpustakaan umum (udah banyak perpus menarik di Jakarta) ketimbang nge-mall mulu tiap weekend. Pingin jadi ibu yang selalu punya waktu untuk memperhatikan setiap perkembangan anaknya. Pingin punya ibu yang mengenalkan cerita-cerita rakyat dan wayang sejak dini. Pingin jadi ibu yang sejak dini mengajarkan anaknya mandiri. Pingin. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s