Jadi kemarin habis dikasih nasihat sama teman-teman guru yang notabene udah jadi ibu-ibu. Mereka bilang “Mumpung dari sekarang coba seriusin dicari jodohnya. Kalau ada laki-laki yang baik coba buka hatinya. Apalagi Selvi kan pasti pergaulannya masih luas. Jangan sampai kamu terjebak rutinitas.  Kalau udah gitu, makin berkurang pergaulannya, makin susah nanti nyarinya”. Daaan… Panjang lagi…

Pertama, buat beberapa orang memang mungkin mengiranya aku banyak aktif di sini di situ, pergaulannya luas, harusnya gampang cari jodoh. Padahal ga semudah itu.

Jadi buat mereka kesannya aku pilih-pilih. Yaiyalah emang harus milih. Pilih yang klik sama kita. Pilih yang hati kita pengen. Kan emang gitu caranya bahagia. Emang mau pilih yang hati kita sebetulnya ga pengen gitu?

Kedua, yang namanya dalam masa pendekatan, laki-laki yang kelihatannya baik banget mah banyak. Entah berapa cowok yang senang ngucapin selamat pagi ke aku, ngasih perhatian kecil yang menggebu-gebu, berkali-kali tanya aku lagi apa, berkali-kali cari topik untuk ngobrol, bahkan ada yang kata-katanya manis banget sampai eneg bacanya. Bahkaaaan ada yang langsung nawarin ngajak nikah, manis banget kata-katanya. Janji pengen ketemu. Terus ngilang. Hahaha aku sih ketawa aja sama yang kayak gitu. Udah paham sama yang model begini. Malu-maluin diri sendiri cowok yang kayak gitu.

Tapi apa aku kebuka hatinya dengan perlakuan mereka itu? Enggak. Ga ada klik sama sekali. Terus aku yang disalahin. “Kamu sih ga mau coba” Gitu kata orang-orang. Kayaknya mereka gak paham kalau dua orang yang frekuensinya beda ya susah nemu kliknya.

Aku udah males sama mulut yang manis-manis. Udah males sama orang-orang yang saat pendekatan jadi ngasih perhatian begitu yang jadinya terkesan “ini apaan sih kok jadi lebay amat” Tapi ya di satu sisi aku paham yang namanya pendekatan itu orang-orang akan berusaha mempromosikan kebaikan dirinya. Ya begitulah. Tapi itu semua sudah lewat masanyaaaa. Sekarang mah udah yang biasa-biasa aja. Yang terlalu lebay dan dibuat-buat malah bikin gak klik. Malesnya lagi kalau manis di awal doang. Hahaha I’ve been there for couple times.

Yang namanya klik itu ga bisa dijelasin dengan kata-kata. Kalau udah klik ya klik aja gitu, kalau engga ya ga bisa dipaksain. Giliran ada yang merasa klik, gak tau dianya merasakan klik yang sama atau enggak.

Yang jelas sih ya aku pengennya yang biasa-biasa aja omongannya, tapi tegas kalau mau serius. Jadi gak usah lebay-lebay sok manis di chat. Yang pasti-pasti ajalah.

Ketiga, iya sih memang aku merasa makin ke sini udah males terlalu aktif ini itu. Males bersosialisasi di luar sana dalam bentuk apa pun. Dulu aku senang banget hadir kalau ada event-event yang aku suka. Sekarang, udah lelah rasanya. Mungkin karena faktor kerja yang udah capek, jarak yang jauh dari rumah, serta keinginan yang udah ga seperti dulu.

Sekarang lebih asyik menghabiskan waktu di rumah. Mengistirahatkan badan karena dari dulu sibuk banget jarang di rumah. Ngurusin tanaman, masak-masak, main sama kucing, beresin pakaian, baca buku. Ya semua ada masanya. Nikmati aja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s